Foto : DKLH Papua

Hutan Bukan Sekadar Kayu: DKLH Papua Tunjukkan Hilirisasi HHBK dan Capaian BUMMA kepada Delegasi Norwegia

JAYAPURA – Galeri Kreatif Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Papua di Distrik Abepura, Kota Jayapura, menerima kunjungan resmi dari delegasi Kedutaan Besar Norwegia dan The Norwegian Agency for Development Cooperation (NORAD). Kunjungan ini bertujuan melihat langsung capaian hilirisasi produk kehutanan serta komitmen perlindungan hak-hak masyarakat adat di Bumi Cendrawasih.

Kepala DKLH Provinsi Papua menjelaskan bahwa Galeri Kreatif ini merupakan langkah nyata dalam hilirisasi produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Melalui pendampingan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), masyarakat di tingkat tapak telah diberdayakan untuk mengolah kekayaan hutan tanpa merusak ekosistem."Ini menunjukkan paradigma baru: hutan tidak lagi dilihat hanya dari kayunya. Ada nilai ekonomi besar pada HHBK, Jasa Lingkungan, dan skema Perhutanan Sosial yang menjadi wadah utama dalam pemanfaatan hasil hutan kita," tegasnya.

Kunjungan ini juga menyoroti sejauh mana pemerintah daerah berkomitmen melindungi masyarakat adat beserta budaya mereka dalam penguasaan Sumber Daya Alam (SDA). Hal ini dipandang krusial sebagai "modal tawar" bagi Papua dalam menarik investasi yang berkelanjutan.

Didampingi oleh AMAN, BRWA, dan Foker LSM Papua, delegasi Norwegia meninjau progres pemetaan wilayah adat. Hingga saat ini, kerja kolaboratif bersama Gugus Tugas Masyarakat Adat Kabupaten Jayapura telah berhasil memetakan wilayah seluas ± 4,6 Juta hektar, atau sekitar 45% dari luas total hutan di Provinsi Papua. Lahirnya BUMMA: Contoh Mandiri bagi Masyarakat. 

Capaian pemetaan ini telah membuahkan hasil konkret dengan terbentuknya perusahaan milik adat, yakni Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) oleh Suku Namblong dan Suku Kentuk. Keberhasilan kedua suku ini menjadi inspirasi bagi masyarakat adat lainnya di Papua untuk segera melakukan pemetaan wilayah sebagai fondasi dasar dalam berinvestasi dan mengelola kekayaan alam secara mandiri.


Share :